Kata Upaniûad berasal dari kata Upa (dekat), ni (di bawah), sad (duduk); jadi di
bawah dan di dekatnya. Sekelompok siûya (murid) duduk dekat sang guru
untuk mempelajari ajaran Upaniûad, mengkaji masalah yang paling hakiki
dan menyampaikan kepada para siûya di dekat mereka. Orang-orang suci ini
mengambil sikap tidak banyak bicara dalam menyampaikan kebenaran. Mereka
berharap supaya bisa merasa puas, bila murid mereka berpikiran rohani dan bukannya
keduniawian. (Bd. Plato: “Untuk menemukan Bapak dan Pencipta
Semesta ini adalah tugas maha berat; dan ketika kamu menemukan-Nya akan sangat
sukar memberitahukannya kepada semua orang”. Timaeus.)